Sepasang kekasih terpisah karena masalah politik, ras, yang mengakibatkan dendam berbalasan, pertumpahan darah dan berbagai huru-hara. Si wanita melahirkan anak kekasihnya itu dalam pernikahan tanpa cinta karena dipaksa orang tua, Akhirnya mereka bertemu lagi, dalam suatu pertarungan nan heboh plus dilematis. Familiar? tertebak? tipikal? cheesy? Oh yeah, Bichunmoo kombinasi cerita semacam Count of Monte Cristo dan berbagai model film Kungfu Hong Kong. Tapi mungkin ramuan ala korea membuatnya jadi "istimewa": Si tokoh Wanita yang melihat kekasih cinta sejatinya itu dalam keadaan tertusuk dan sekarat, menghambur ke pelukan mantannya itu, menusukkan dirinya ke ujung pedang (atau anak panah ya??) yang mencorong keluar dari tubuh si tokoh pria. Dan mereka pun mati bersama dalam adegan berpelukan penuh air mata sedih bercampur bahagia karena akhirnya disatukan. Tamat. Tragis? Romantis? Bodoh.
Kejadian itu dilakukan di depan anak mereka, yang menjerit melihat tindakan ibunya. Anak lelaki usia ABG, yang secara logika akan menanggung trauma seumur hidup melihat kedua orang tuanya mati bersama oleh pasukan anak buah kakeknya. Dan sang ibu sendiri yang memilih untuk tidak lagi membesarkan dia . Okay. Cukup. Seketika itu saya kehilangan rasa tertarik terhadap film Korea.
Sinema Korea menyusup dan meledak di Indonesia dan dunia, sejak tahun 2002, yaitu waktu piala dunia digelar di Jepang-Korea. Dimulai dari sinetron Endless Love. Begitu gampang menyukainya: Pemainnya cantik-cakep, ceritanya mengharu-biru, konfliknya tidak hanya percintaan, tapi juga masalah keluarga dan pekerjaan dengan komplikasi tinggi, membuat gemas dan penasaran.
Sayangnya saya tidak ikut-ikutan termakan dan terhanyut oleh Korean Wave yang makin mengglobal ini. Menonton Endless love sepotong-sepotong tidak membuat saya penasaran ingin menonton keseluruhan. Satu-satunya yang saya tonton lengkap, dengan cara menyewa VCDnya adalah sinetron seri Hotelier. Menurut saya sinetron satu ini sungguh istimewa, stylish, karakter-karakternya menarik, jalan ceritanya ouch ouch ouch....Bae Yong Jun yang tampan jelita hanyalah salah satu penambah rasa. Semua tokohnya berkarakter kuat, bahkan para antagonis dan pemeran pendukung, hanya saja Son He Kyo terlalu imut-manis-madu. Loyalitas akan profesi seperti yang biasa kita temukan di film Jepang, dihadirkan dengan permainan emosi, komedi dan konflik humaniora ala korea.
Bukannya saya tidak mencoba dan memberi kesempatan buat yang lain. Sinetron BYJ lain yg sempat tayang di TV terasa terlalu mellow, tidak sanggup saya mengikutinya. Beberapa serial lain walau memang saya akui sangat seru, banyak yang tragisnya itu mendekati menyebalkan, terasa terlalu memanipulasi. Yang lucu juga banyak, tapi kadang bisa sangat ekstrim, dari yang lucu menggemaskan romantis, lalu ujung-ujungnya menjebak dengan tragis. Oh gak kuat deh..
Di sekitar awal masa booming itu lah saya menemukan film Bichunmoo yang tampak menarik. Gambar sampulnya menunjukkan ini semacam film kungfu berlatar sejarah, kolosal, dengan kostum dan sinematografi artistik yang bakatnya romantis, dan tragis dll. Namun seperti yang saya ceritakan di atas, film ini justru sempat membunuh minat saya selanjutnya.
Film panjang yang pernah saya beri kesempatan untuk ditonton kumplit adalah My Sassy Girl, Saya suka, walau bukan tipe yang akan saya koleksi dan tonton berulang-ulang. Lalu yang pernah ditonton di ruang santai LFM, film unik judulnya Ditto , tentang permainan dimensi waktu yang bikin capek logika, mungkin idenya tidak original, tapi film ini lumayan menarik. Cukup dengan My Sassy Girl dan Ditto, saya sudah bisa menyimpulkan dari sinopsisnya bahwa The Lake Housenya Sandra Bullock itu adalah remake film korea, sebelum menonton dan membaca info lain mengenai film tersebut. Entah bagaimana mendefinisikannya, walau tanpa banyak referensi, yang namanya nuansa film korea bisa begitu terasa dan terbayang khasnya. Sampai saya curiga Christopher Nolan pun terinspirasi kisah cinta ala film Korea untuk bumbu percintaan (yang oh tragisnya) di Batman the Dark Knight .
Beberapa waktu yang lalu beberapa teman merekomendasikan film The Restless. Awalnya saya tidak berminat karena penampilannya mirip Bichunmoo, film jenis costume swordplay. Tapi saya coba juga.
Film dengan efek visual yang canggih. Permainan CGI dan hasil render yang menarik indah di mata. Ceritanya fantasi mistis, tentang alam kematian, setan vs malaikat, perjalanan arwah, dan cinta yang terpisahkan, nilai luhur perjuangan, berbagai aksi pertarungan yang spektakuler dan artistik. Lumayan menarik idenya. Tapi pamaehnya adalah para pemeran yang emosinya terasa hambar. Betapa film ini membuat saya semakin menghargai The Promise karya Chen Kaige dengan segala kedudulan CGI, justru para tokohnya lah yang memiliki kekuatan. Bahkan karakter yg dimainkan musuh bebuyutan saya, Cecilia Cheung (cih..), jadi terasa jauh lebih berkualitas dan berisi dibandingkan karakter utama wanita di film The Restless.
Didukung oleh pemerintah dan pemilik dana, perfilman Korea Selatan memang maju pesat bahkan sudah melibas seniornya, perfilman Hongkong yang mengalami kemunduran drastis di dekade terakhir ini. Sekian banyak alasan untuk mengacungkan jempol, mungkin teman-teman penggemar bisa mendefinisikan berbagai alasan tersebut. Dari hasil membandingkan film-film yang disebut di atas dan beberapa sinetron dan film korea lain yang tertonton sekilas (memang baru dengan referensi terbatas ini), saya menemukan suatu kesimpulan: Mereka telah mampu secara teknis dan dana untuk membuat film dengan sinematografi indah dan CGI canggih. Juga memiliki kemampuan (yang luar biasa) untuk membuat film dan sinetron yang menyentuh emosi dan pikiran kita tanpa perlu high budget. Sayangnya, mereka belum berhasil membuat rumus yang pas untuk mengkombinasikan kedua aspek tersebut dengan baik. Belum ada sutradara sekaliber Chen Kaige dan Zhang Yimou yang berhasil mewujudkan kemegahan sinema dan keindahan gambar, dengan tetap memiliki kedalaman cerita dan kualitas akting.
Belum, mungkin nanti akan ada. Dan mungkin akan ada film yang tanpa sengaja saya tonton dan ternyata jadi favorit.
Thursday, April 08, 2010
Wednesday, April 07, 2010
Written By---mempermainkan alam kematian??

Written By, film karya sutradara Wai Ka Fai, bukanlah film sembarangan karena memiliki keunikan sendiri dalam bercerita tentang kematian. Film ini jelas berisi cerita fantasi, seperti film-film lain yang bermain dengan alam kematian, tapi Written By lebih masuk di akal. Masuk akal? ya, karena sebetulnya bukan berisi cerita mengenai kematian dan orang yang sudah mati, apalagi tentang arwah yang masih bisa punya kesempatan extra di kehidupan dunia. Written By bercerita tentang yang hidup. Bagaimana yang tertinggal di dunia bertahan menghadapi kehilangan orang-orang yang dicintainya.
Sebuah kecelakaan tragis merenggut nyawa seorang ayah, meninggalkan isteri, satu anak lelaki dan satu anak perempuan. Bertahun-tahun berlarut dalam kesedihan, keluarga itu menemukan cara mengobatinya. Si anak gadis yang buta akibat kecelakaan itu, Melody, menulis novel tentang kejadian kecelakaan tersebut, tapi keadaannya terbalik. Di alam novelnya, si ayah yang hidup, mereka semua lah yang tewas.
Konsep utama film ini sebenernya adalah quote standard yang sering kita dengar, baca atau tonton: "Yang mati akan tetap hidup di dalam kenangan dan pikiran yang masih hidup". Yang mati tetap hidup di dalam pikiran, di dalam tulisan, di dalam gambar, dan seperti yang tervisualisasikan di sini, yang mati menjadi begitu hidup di dalam film.
Cerita berkembang menjadi novel di dalam novel, seperti mimpi di dalam mimpi, seperti cerita seribu satu malam. Seperti World's End karya Neil Gaiman. Persinggungan antara yang hidup dan yang mati, yang tokoh novel dan yang tokoh "nyata". Ada beberapa poin yang janggal dan tampak konyol. Seperti kemunculan tokoh Meng Phor (??) mungkin semacam dewi kematian, atau pengurus roh yang sudah mati. Dan yang tidak kalah konyol, visualisasi alam kematian membuat film ini jadi sempat terasa selevel dengan Tiramisu dan Fly Me To Polaris. Tapi untungnya, masih banyak komponen filmnya yang begitu elegan dan kembali menaikkan levelnya. Akting Lau Ching Wan sebagai sang ayah adalah jaminan kualitas. Kelly Lin sebagai sang ibu pun tampil cukup menyentuh. Sayangnya Mia Yam sebagai Melody yang merupakan tokoh sentral kurang berhasil menyampaikan emosi karakternya. Selain karena kehambaran Melody, terasa skenarionya pun tidak bertujuan memanipulasi perasaan, maka kita tidak perlu sampai berurai air mata menonton kisah tragis di sini.
Kemungkinan besar selama durasi film, penonton akan semakin merasa kelelahan untuk memahami dan kehilangan kontrol akan plot utama, bingung yang mana yang "kenyataan" yang mana yang novel, mana yang film. Tapi dengan cukup kita ikuti saja, tak perlu dipaksakan untuk dimasukkan ke logika, kita cukup terhibur dan tersentuh dalam kreativitas narasi film ini. Toh ini cuma film.
PS:Kelly Lin cantik banget
Lau Ching Wan aktor yang hebat, walaupun tidak ganteng.
Beberapa tahun yang lalu saya pernah menyimpulkan bahwa film Asia -->Cina --->Hongkong memiliki keberanian ekstra dalam menceritakan tentang kematian dan alam kematian. Selain beberapa jenis jenis film horor, referensi utama saya adalah..umm... dua film yang dibintangi NICHOLAS TSEEEE: Tiramisu dan 2002 dan film yang dibintangi isterinya: Fly Me to Polaris (cih..). Film-film yang terasa sembarangan, seenaknya saja bikin-bikin cerita, namun berhasil dalam kemasan menjadikannya tontonan yang populer karena cukup menghibur.
Thursday, March 18, 2010
Beast Stalker (Ulasan Instan)

Dir: Dante Lam
Cast: Nicholas Tse, Nick Cheung etc
Belakangan ini jarang berhasil menonton film dengan fungsi yang diharapkan, yaitu menghibur, menyentuh emosi, memberi kesan, lucu, serem ataupun sedih, yang penting tidak bikin bete depresi dan nyesel menonton. Dapat bonus kalau aktor2nya gararanteng.
Beast Stalker ternyata lumayan. Eh bukan lumayan, sangat berhasil kali ini. Bukan film dengan cerita yang sangat istimewa, karakter-karakternya juga cukup familiar, sebagian plot bisa ditebak, sebagian cukup mengejutkan, lumayan memadu walau tidak sememadu Red Cliff. Aktor-aktornya tampil bagus, terutama Nick Cheung dengan karakter antagonis gelap abu-abu dilematisnya..SUPER!!! Ada yang mengulas bahwa Nic Tse overakting di sini. Iya sih, tapi tetap tidak terlalu berlebihan juga, mungkin memang dia dituntut berperan seperti itu? yang pasti masih bisa diterima bahkan tetap memikat.
Ceritanya tentang polisi, kriminal, mafia, penculikan, ibu-anak,suami-isteri, persahabatan, persaudaraan dan takdir.
Menonton film ini serasa versi Hongkong dari Amores Peros. Tapi bukan, ini bukan remake, bukan contekan. Jalan cerita jelas berbeda, sesuai judulnya masing-masing. Tidak bisa menandingi sih, plotnya maupun adegan tabrakannya
Tapi kalau film meksiko satu itu betul-betul mengocok emosi, bikin nyaris jantungan dan stroke, mengubek2 pikiran sampai cukup trauma untuk menonton ulang, sementara Beast Stalker lebih nyaman ditonton, masih berada dalam koridor genrenya yang dengan beberapa hal klise tapi tidak membosankan, cukup bisa membuat kita terlibat dengan emosi karakter-karakternya dan bukan dalam hal memadu mehek-mehek. Adegan-adegan aksinya cukup mendebarkan, permainan gambarnya bagus. Bagus lah pokoknya.
(ps tentang Amores Peros, jangan nonton versi VCD Indonesia, sensor gak pada tempatnya).
Monday, February 15, 2010
Top 50 Hong Kong Movies of the Nineties, a long way of flash back
Another fun voting , easier yet harder than the previous one (Top 50 Hong Kong Movies of the 2000's).
Hmm what do I got...?
I realize I didn't watched enough HK movies of that era. I even watched most of these movies on the year 2000s, through TV or VCD. This list has been updated and submitted.This is not about the greatest movie, but what I like and remember.
phewww...at last I can make it to twenty title,
I missed many HongKong good movies of that decade. That's all I can get for my list, maybe not the very good ones. but somehow quite memorable for me. And this is what the voting is for.
actor by stat:
Leslie Cheung: 6
Tony leung Chiu Wei: 3
Andy Lau: 3
Jacky Cheung: 1
Leon Lai: 2
Stephen chow: 2
Jet Li: 2
Tony Leung Ka Fai: 1
Aaron Kwok 1
Ekin Cheng 1 (ohh really..)
what? No Chow Yun Fat? hmm there must be some reasons...
Updated 20 march 2010
Result so far:
Shanghai Grand #73
Flirting Scholar #67
The Lovers #50
Green Snake # 36
Dragon Inn #33
The Bride with White hair # 24
Hmm I couldn't expect much about my number 16, 18 and 20 but the others, I hope they can make it to TOP 20
Updated 21 march 2010
Ashes of Time #17
Fallen Angels #15
Happy Together#13
Fong Sai Yuk #12
Comrades, Almost a Love Story #11
Hmm now for the top 10, I can only hope for my #1 & #10, on TOP 3 I bet! #13 will be in too, but the sequel, OUATC II will rank higher. I hope many people voted for my # 9, for our love to Leslie Cheung. I Think #12 won't make it.
Updated 24 march 2010
Yeah the top ten!!!
God of Cookery #10
Days of Being Wild #9
Once Upon a Time in China #7
and.......CHUNGKING EXPRESS IS NUMBER ONEEEE!!!!!!!!!!
Hmm what do I got...?
I realize I didn't watched enough HK movies of that era. I even watched most of these movies on the year 2000s, through TV or VCD. This list has been updated and submitted.This is not about the greatest movie, but what I like and remember.
- Chungking Express (Wong Kar Wai, 1994)-->. The most Lovable of the WongKarWaians =)
- The Lovers (Tsui Hark, 1994)--> overwrought romantic drama it is...I fell in love to the beautiful music & art direction, plus some cultural lessons perhaps.
- Ashes of Time (Wong Kar Wai, 1994)-->..this is the original, not the Redux, with one of the Best Soundtracks EVER
- The Bride with White Hair (Ronny Yu Yan-Tai, 1993).--> looking for tragedy? we have the Legendary beauty Brigitte Lin and the late legendary charismatic Leslie Cheung here.
- Comrade. Almost a love Story (Peter Chan, 1996), definitely uniquely romantic
- Days of being Wild (1990)---> It's Wong Kar Wai's break through!!!
- Happy Together (1997), --> do I really have to vote for all Wong Kar Waians? even the most depressing and stressful one?
- Fallen Angels (WKW, 1995)--> Kinda feels like an obligation. With pleasure however..=p
- Temptress Moon (1996) --->..the only Chen Kaige's qualified for this poll.
- God of Cookery (Stephen Chow, Lee Lik-Chi, 1996)--> was my preparation before Shaolin Soccer
- Green Snake (1993, Tsui Hark)--> again, beautiful music & art direction & beautiful Maggie
- What Price Survival.(Daniel Lee Yan-Kong, 1994) -->for the dilematic and unforgettable twist ending Hollywood must learn.
- Once Upon a Time in China (Tsui Hark, 1991)--> Humm It's Jet Li, artistic, historical, fun. Unfortunately, dont remember the sequels.
- Shanghai Grand (Poon Man-Kit, 1996)-->Ugh it's political, it's brutal, about revenge, brotherhood, love complication, familiar frustrating plot and that's why I put it on this list.
- Fong Sai Yuk (Tsui Hark, 1993)--> Fun to watch, interesting action
- The Adventurers (Ringo Lam, 1995) another political brutal revenge love gunshot actions. I avoid this movie while running on TV first time I saw it. But the next time I learn to watch it and somehow I like it enough to make it memorable.
- Flirting Scholar (Lee Lik-Chee, 1993)--> Stephen Chow, nonsense comedy it is....
- A Moment of Romance II (Benny Chan, 1993) I didn't really manipulated by the tear-jerker plot, but this second of the series is the one still planted on my memory, and I have to complete this list.
- Dragon Inn (Raymond Lee, 1992) I like the Taiwanese serial much much better. but...at least we have Maggie, Brigitte & Big Tony here
- A Man Called Hero (Andrew lau, 1999) well some points for the appearance of young Nicholas Tse and that make it the 20th.
phewww...at last I can make it to twenty title,
I missed many HongKong good movies of that decade. That's all I can get for my list, maybe not the very good ones. but somehow quite memorable for me. And this is what the voting is for.
actor by stat:
Leslie Cheung: 6
Tony leung Chiu Wei: 3
Andy Lau: 3
Jacky Cheung: 1
Leon Lai: 2
Stephen chow: 2
Jet Li: 2
Tony Leung Ka Fai: 1
Aaron Kwok 1
Ekin Cheng 1 (ohh really..)
what? No Chow Yun Fat? hmm there must be some reasons...
Updated 20 march 2010
Result so far:
Shanghai Grand #73
Flirting Scholar #67
The Lovers #50
Green Snake # 36
Dragon Inn #33
The Bride with White hair # 24
Hmm I couldn't expect much about my number 16, 18 and 20 but the others, I hope they can make it to TOP 20
Updated 21 march 2010
Ashes of Time #17
Fallen Angels #15
Happy Together#13
Fong Sai Yuk #12
Comrades, Almost a Love Story #11
Hmm now for the top 10, I can only hope for my #1 & #10, on TOP 3 I bet! #13 will be in too, but the sequel, OUATC II will rank higher. I hope many people voted for my # 9, for our love to Leslie Cheung. I Think #12 won't make it.
Updated 24 march 2010
Yeah the top ten!!!
God of Cookery #10
Days of Being Wild #9
Once Upon a Time in China #7
and.......CHUNGKING EXPRESS IS NUMBER ONEEEE!!!!!!!!!!
Thursday, February 04, 2010
CatatanSingkat Film 1 &2
UP (2009): sangat menyentuh, film untuk semua umur, tapi beberapa menit awal saya menganggap ini film bukan buat anak-anak, sama sekali tidak bikin ketawa, tapi justru bikin sedih, terharu. Lihat kiri-kanan, anak2 kecil yang menonton diam semua. Mungkin 3/4 bagiannya baru banyak aksi lucu yang bikin mereka ketawa. Pesan moralnya sangat menyentuh dan mendalam.
Avatar (2009): ah lebih baik gw nonton Sen to Chihiro lagi lagi lagi, atau The Lion King
Avatar (2009 film) is a mix of Miyazaki Hayao's Nausica, Laputa, Mononoke Hime; Earthsea; Lord of The Ring; Hollywood war movies; Pat Labor; Disney's Pocahontas and...ummm The Emperor's New Groove....with the touch of Hollywood values about heroism, leadership, love. Nothing really new with the story, others than (maybe) the "avatar" thing. Well, not only the main story, but also some details and visualization. Just check on those movies I mentioned above.
Mary & Max (2009): ough..edan hebat banget ni film. Tapi rasanya saya ga sanggup nonton ulang
New Moon (2009): sengaja nonton untuk mencari objek cacian. hmm nonton Dracula / Lestat lagi ah
Ninja Assassin (2009): kalau bikin film cuma buat media si Rain pamer body, ya silakann....
Juno (2007): Unik menarik, lucu....anak SMA, belum saatnya bisa paham permasalahannya orang dewasa. Juno menyadarinya, tau posisi. --> "...dealing with things way beyond my maturity level"
Little Miss Sunshine (2006) Dari awal sampai akhir memikat. Sekeluarga konyol dan kacau dengan karakter yang menarik, unik tapi juga wajar. Semoga jadi pelajaran buat yang seneng anaknya ikut kontes-kontesan kecantikan ^^ . Quote: "Life is one beauty contest after another"
2012 (2009): Hollywood makin ga pentingg
Warlords (2007) Film kolosal perang, memadu bromance. Performa bagus dari pemeran2nya, tapi sayang film ini seperti juga Mulan, kurang berhasil mengocok emosi secara mendalam. Andy Lau beradu akting vs Jet Li, dan Kaneshiro Takeshi sebagai anak bawang.
Red Cliff I & II: (2008-2009) akh seharusnya ditonton di bioskop, film ini kolosal, heboh aksi perang. Vicky Zhao berkostum perang a la cowo. Terlalu banyak memadunya tapi, memadu bromance, memadu heroisme, memadu makna perang capedeee....Hal terpenting dari Red Cliff adalah (seperti yang sudah saya ungkapkan di status2 fb terdahulu & salah satu foto) TAKESHI KANESHIRO PITABOOKKEEEEUNNN. Sementara Tony leung cambangnya aneh. Yang paling tampak kasep di sini tuh Chang Chen.
Mulan (2009): Filmnya menghibur, Vicky Zhao berkostum a la cowo lagi, khas banget. Walau rada rancu. Memang dia tomboy, tapi dia terlalu imut dan halus, bertahun2 masa tidak ketahuan dia cw? ....Dua pemeran prianya menarik, anaknya Jackie Chan nggemesin deh. Entah bobot ceritanya atau penyutradaraannya kurang berhasil, membuat film ini terasa ringan, tidak melibatkan emosi yang mendalam atau membuat berpikir jauh. . Tapi bagaimanapun ada satu adegan yang membuat saya hampir menangis. Sepertinya itulah saat Vicky Zhao menunjukkan kekuatan aktingnya, hanya dengan satu kalimat. Bagian mana? hmm spoiler alert!!! dan....jangan berharap ada ending a la Disney yah -- (mudah2an bisa buat review kumplitnya)
Public Enemies (2009) akh apakah imbas abis nonton Moon Child , apa emang filmnya juga kurang sesuatu, saya tidak terlalu enjoy liat Johnny Depp di sini. Maafkan akyu....
Departures (Okuribito) (2008) orang Jepang mungkin memang gila. Salah satu kegilaannya adalah film ini. Membuka wawasan, pengetahuan baru. Begitu indah dan mengharukan. . Film Jepang seringkali memfokuskan cerita pada suatu profesi. Apakah itu profesi tukang angkut pindahan, pemusik, guru, atlit....dan kali ini Okuribito menampilkan yang paling ekstrim yang konon di Jepang pun film ini mengejutkan, karena mengangkat topik yang tidak biasa dan dianggap tabu yaitu tentang pengurus jenazah.
quote: "The living eats the dead. Unless you are plants". (rencana buat review panjangnya, mungkin.) *Ryoko Hirosue cantikk bangett
Alvin & the Chipmunks, + Squeakquelnya (2007&2009) yaah lumayan lucuu menghibur. Lebih lucu yang pertamanya sih.
My Blueberry Night (2007) Norah Jones manis di sini. Rachel Weisz luar biasa cantik. Natalie Portman sexy. Jude Law is...yah Jude Law. Film Wong Kar Wai kombinasi telenovelatina. Terlalu banyak yang curhat di sini. Salah satu keistimewaan film-film WKW yang sebelum ini adalah explorasi emosi tanpa banyak berkata-kata. Di situlah tampak kemampuan akting para aktor, terutama Tony Leung yg banyak mendapat penghargaan melalui film2 WKW. Di situlah diuji keberhasilan sinematografi dalam memberikan warna pada tiap adegan, dan bagaimana pilihan musik yang tepat untuk mood yang diekspresikan. My Blueberry night sangat bernuansa WKW. Tapi saya menontonnya dengan kelelahan mendengarkan para pemerannya yang curhat, walau mereka karakter2 yang menarik. Mungkin ini menyesuaikan dengan target penonton hollywood?
All About Steve (2009)
Lucu menghibur, konyol. Sebetulnya mendekati over norak juga, tetapi norak yang menyenangkan. Sandra Bullock cocok untuk perannya di sini, daripada di The Proposal. Bullock sebagai Mary Horowitz, wanita aneh pembuat teka-teki silang. Tapi yang paling memikat di layar justru Thomas Haden Church sebagai Hartman Hughes. Saya ketawa-ketawa nonton film ini dua kali. Masih akan saya tonton lagi kapan-kapan, mudah2an masih bisa ketawa.
NB: Film Sandra Bullock yang ga bosen-bosen kutonton: While You were Sleeping
Bodyguards and Assassins(2009)
Hadouh memadu banget. Melihat covernya (entah versi bajakan mana) seperti film konyol, kurang keren. ternyata filmnya serius, berlatar belakang sejarah. Tragisnya keterlaluan. Tapi dari awal memang sudah terlihat bakat film tragis. Lumayan karena pemeran2nya banyak yang keren, Tony Leung Ka Fai (gak kalah hebat dgn Tony leung yg satu lagi) dan Nicholas Tseeeeeeee!!!!!! Donnie Yen sayangnya kurang beraksi, ada Leon Lai pula berpenampilan gak seperti biasanya.
3 idiots (2009)
Habis nonton ini, mood jadi bagus. Cerita a la Dead Poet Society plus Scent of a Woman, tapi versi Bollywooood!! Sangat kreatif, banyak dialog cerdas dan pola pikir out of the box, dan membawa kita ke utopia pendidikan..?? Emosi lumayan dibawa naik-turun. Di antara banyak bagian yang membuat saya tertawa, sebagiannya adalah ketawa sambil berucap: :"OMG india bangeeetttt!!!"
Yah kalau dikurangi sedikit kebollywoodannya, film ini bisa lebih mendekati sempurna. tapi mungkin itu juga yang justru membuat film ini jadi asyik.
Avatar (2009): ah lebih baik gw nonton Sen to Chihiro lagi lagi lagi, atau The Lion King
Avatar (2009 film) is a mix of Miyazaki Hayao's Nausica, Laputa, Mononoke Hime; Earthsea; Lord of The Ring; Hollywood war movies; Pat Labor; Disney's Pocahontas and...ummm The Emperor's New Groove....with the touch of Hollywood values about heroism, leadership, love. Nothing really new with the story, others than (maybe) the "avatar" thing. Well, not only the main story, but also some details and visualization. Just check on those movies I mentioned above.
Mary & Max (2009): ough..edan hebat banget ni film. Tapi rasanya saya ga sanggup nonton ulang
New Moon (2009): sengaja nonton untuk mencari objek cacian. hmm nonton Dracula / Lestat lagi ah
Ninja Assassin (2009): kalau bikin film cuma buat media si Rain pamer body, ya silakann....
Juno (2007): Unik menarik, lucu....anak SMA, belum saatnya bisa paham permasalahannya orang dewasa. Juno menyadarinya, tau posisi. --> "...dealing with things way beyond my maturity level"
Little Miss Sunshine (2006) Dari awal sampai akhir memikat. Sekeluarga konyol dan kacau dengan karakter yang menarik, unik tapi juga wajar. Semoga jadi pelajaran buat yang seneng anaknya ikut kontes-kontesan kecantikan ^^ . Quote: "Life is one beauty contest after another"
2012 (2009): Hollywood makin ga pentingg
Warlords (2007) Film kolosal perang, memadu bromance. Performa bagus dari pemeran2nya, tapi sayang film ini seperti juga Mulan, kurang berhasil mengocok emosi secara mendalam. Andy Lau beradu akting vs Jet Li, dan Kaneshiro Takeshi sebagai anak bawang.
Red Cliff I & II: (2008-2009) akh seharusnya ditonton di bioskop, film ini kolosal, heboh aksi perang. Vicky Zhao berkostum perang a la cowo. Terlalu banyak memadunya tapi, memadu bromance, memadu heroisme, memadu makna perang capedeee....Hal terpenting dari Red Cliff adalah (seperti yang sudah saya ungkapkan di status2 fb terdahulu & salah satu foto) TAKESHI KANESHIRO PITABOOKKEEEEUNNN. Sementara Tony leung cambangnya aneh. Yang paling tampak kasep di sini tuh Chang Chen.
Mulan (2009): Filmnya menghibur, Vicky Zhao berkostum a la cowo lagi, khas banget. Walau rada rancu. Memang dia tomboy, tapi dia terlalu imut dan halus, bertahun2 masa tidak ketahuan dia cw? ....Dua pemeran prianya menarik, anaknya Jackie Chan nggemesin deh. Entah bobot ceritanya atau penyutradaraannya kurang berhasil, membuat film ini terasa ringan, tidak melibatkan emosi yang mendalam atau membuat berpikir jauh. . Tapi bagaimanapun ada satu adegan yang membuat saya hampir menangis. Sepertinya itulah saat Vicky Zhao menunjukkan kekuatan aktingnya, hanya dengan satu kalimat. Bagian mana? hmm spoiler alert!!! dan....jangan berharap ada ending a la Disney yah -- (mudah2an bisa buat review kumplitnya)
Public Enemies (2009) akh apakah imbas abis nonton Moon Child , apa emang filmnya juga kurang sesuatu, saya tidak terlalu enjoy liat Johnny Depp di sini. Maafkan akyu....
Departures (Okuribito) (2008) orang Jepang mungkin memang gila. Salah satu kegilaannya adalah film ini. Membuka wawasan, pengetahuan baru. Begitu indah dan mengharukan. . Film Jepang seringkali memfokuskan cerita pada suatu profesi. Apakah itu profesi tukang angkut pindahan, pemusik, guru, atlit....dan kali ini Okuribito menampilkan yang paling ekstrim yang konon di Jepang pun film ini mengejutkan, karena mengangkat topik yang tidak biasa dan dianggap tabu yaitu tentang pengurus jenazah.
quote: "The living eats the dead. Unless you are plants". (rencana buat review panjangnya, mungkin.) *Ryoko Hirosue cantikk bangett
Alvin & the Chipmunks, + Squeakquelnya (2007&2009) yaah lumayan lucuu menghibur. Lebih lucu yang pertamanya sih.
My Blueberry Night (2007) Norah Jones manis di sini. Rachel Weisz luar biasa cantik. Natalie Portman sexy. Jude Law is...yah Jude Law. Film Wong Kar Wai kombinasi telenovelatina. Terlalu banyak yang curhat di sini. Salah satu keistimewaan film-film WKW yang sebelum ini adalah explorasi emosi tanpa banyak berkata-kata. Di situlah tampak kemampuan akting para aktor, terutama Tony Leung yg banyak mendapat penghargaan melalui film2 WKW. Di situlah diuji keberhasilan sinematografi dalam memberikan warna pada tiap adegan, dan bagaimana pilihan musik yang tepat untuk mood yang diekspresikan. My Blueberry night sangat bernuansa WKW. Tapi saya menontonnya dengan kelelahan mendengarkan para pemerannya yang curhat, walau mereka karakter2 yang menarik. Mungkin ini menyesuaikan dengan target penonton hollywood?
All About Steve (2009)
Lucu menghibur, konyol. Sebetulnya mendekati over norak juga, tetapi norak yang menyenangkan. Sandra Bullock cocok untuk perannya di sini, daripada di The Proposal. Bullock sebagai Mary Horowitz, wanita aneh pembuat teka-teki silang. Tapi yang paling memikat di layar justru Thomas Haden Church sebagai Hartman Hughes. Saya ketawa-ketawa nonton film ini dua kali. Masih akan saya tonton lagi kapan-kapan, mudah2an masih bisa ketawa.
NB: Film Sandra Bullock yang ga bosen-bosen kutonton: While You were Sleeping
Bodyguards and Assassins(2009)
Hadouh memadu banget. Melihat covernya (entah versi bajakan mana) seperti film konyol, kurang keren. ternyata filmnya serius, berlatar belakang sejarah. Tragisnya keterlaluan. Tapi dari awal memang sudah terlihat bakat film tragis. Lumayan karena pemeran2nya banyak yang keren, Tony Leung Ka Fai (gak kalah hebat dgn Tony leung yg satu lagi) dan Nicholas Tseeeeeeee!!!!!! Donnie Yen sayangnya kurang beraksi, ada Leon Lai pula berpenampilan gak seperti biasanya.
3 idiots (2009)
Habis nonton ini, mood jadi bagus. Cerita a la Dead Poet Society plus Scent of a Woman, tapi versi Bollywooood!! Sangat kreatif, banyak dialog cerdas dan pola pikir out of the box, dan membawa kita ke utopia pendidikan..?? Emosi lumayan dibawa naik-turun. Di antara banyak bagian yang membuat saya tertawa, sebagiannya adalah ketawa sambil berucap: :"OMG india bangeeetttt!!!"
Yah kalau dikurangi sedikit kebollywoodannya, film ini bisa lebih mendekati sempurna. tapi mungkin itu juga yang justru membuat film ini jadi asyik.
Subscribe to:
Posts (Atom)