Sunday, April 13, 2014

Ketika "Almost a Love Story" merupakan "The Best Love Movie"

Comrades, Almost a Love Story ( 甜蜜蜜), 1996

Director: Peter Chan Ho-Sun
Writer: Ivy Ho
Cast: Maggie Cheung Man-Yuk, Leon Lai Ming, Eric Tsang Chi-Wai, Kristy Yeung Kung-Yu, Joe Cheung Tung-Cho, Christopher Doyle


Contoh tipe manusia yg biasanya menjadi “musuh bersama” kita di dunia nyata: Suami yg selingkuh dan wanita selingkuhan yang suka memanfaatkan orang (apalagi kalau kita adalah korban mereka). Namun, ketika sebuah film menjadikan tokoh seperti mereka ini sebagai pemeran utamanya, kita akan melihat dari sudut pandang lain, yang mungkin akan membuat kita memaklumi kesalahan kedua tokoh ini.

Film "Comrades, Almost a Love Story" a.k.a. "Tian Mi Mi" adalah salah satunya. Dengan menampilkan alur cerita dalam rentang masa kehidupan hampir satu dekade dengan karakterisasi kuat tokoh-tokohnya, penonton dapat mengeksplorasi dinamika perasaan yang begitu kaya, kompleks, yang seringkali terlalu disederhanakan dalam film-film jenis drama Hollywood. Latar belakang lokasi dan budaya membantu memberikan gambaran dan pemahaman yang memperkaya film ini dari sekedar kisah cinta tanpa akar.

Xiao Jun (Leon Lai), seperti kebanyakan warga Mainland China merantau dari kampungnya ke Hong Kong untuk bekerja. Dalam kegagapannya menghadapi dunia baru disertai hambatan bahasa, dia berteman dengan Li Chiao (Maggie Cheung) yang membantu sekaligus memanfatakannya untuk banyak proyek. Keduanya adalah pekerja keras yang berjuang untuk mewujudkan cita-citanya masing-masing demi penghidupan yang lebih baik. Pertemanan fungsional ini pun berkembang menjadi “friends with benefit”. Setelah berlangsung beberapa bulan, perbedaan antara mereka dalam menyikapi hubungan tersebut, Xiao Jun yang memiliki tunangan di kampungnya, ditambah situasi ekonomi di Hong Kong saat itu membuat mereka harus berpisah dan memilih jalan yg berbeda.

Setelah beberapa tahun mereka bertemu lagi dengan kondisi impian masing-masing yang telah terwujud: Xiao Jun sudah memboyong dan menikahi tunangannya (ya, yang sudah diselingkuhinya itu), sementara Li Chiao sudah menjadi pengusaha sukses, dan hidup bersama Pao (Eric Tsang), bos mafia yang membantu Li Chiao saat sedang bangkrut-bangkrutnya korban krisis moneter di HK tahun 1987.

Ketika interaksi antara mereka berlanjut, "CLBK" pun terjadi, dan justru saat itulah mereka memutuskan bahwa mereka sebenarnya ingin untuk terus bersama. Xiao Jun dan Li Chiao mulai memikirkan bagaimana mereka menyampaikan pengakuan kepada pasangan masing-masing, ketika kondisi hubungan masing-masing sebetulnya dalam keadaan tanpa masalah.

Bagaimana selanjutnya mereka menyikapi kondisi ini dan keputusan yang harus mereka buat, mengalir dalam jalan takdir yang berlaku dalam hidup mereka, dan menunjukkan bahwa tidak mudah menyederhanakan perasaan dan pilihan hidup, apalagi ketika melibatkan orang-orang lain.

Sebagai sebuah film, "Comrades" sangatlah efektif menyampaikan semua emosi dalam komplikasinya, dan menjadi salah satu film paling romantis yang pernah diproduksi di dunia ini dalam prinsip bahwa hidup harus terus berlanjut. Salah satu kekuatannya ada pada akting Maggie Cheung yang hanya dengan merubah ekspresinya, tanpa banyak berkata-kata, semua emosi dan perasaan Li Chiao dapat tersampaikan. Akting Maggie Cheung diimbangi dengan akting Eric Tsang yang matang walau tidak banyak porsi kemunculannya, sementara kekakuan Leon Lai dimanfaatkan dengan tepat untuk karakternya. Didukung musik latar yang sangat kuat untuk membentuk suasana, serta musik pop Teresa Teng yang sangat terkenal pada masa itu dan cukup melegenda, membuat film ini secara umum pun cukup mudah untuk disukai.

Film "Comrades" bukanlah tipe tearjerker, bahkan tanpa unsur-unsur klise mengenai ide-ide romantisme di film, juga tanpa hal-hal spektakuler seperti heroisme atau pengorbanan yang berlebihan, tanpa tempat pertemuan spesial di ujung dunia atau puncak menara. Kejadian2 di film ini seperti hal-hal casual, dalam keseharian tokoh-tokohnya yang mungkin bisa terjadi pada siapa saja: Bagaimana pertemuan dan perpisahan, persahabatan dan percintaan digariskan dalam nasib setiap orang.

Seperti apa kisah di film ini akan berakhir? Apakah penonton berharap Li Chiao & Xiao Jun akhirnya bersatu? itukah yang kita sebut Happy ending?

Ada beberapa kemungkinan penyelesaian untuk situasi di film ini:

Versi Hollywood: Pao terlibat kasus yang membuatnya dipenjara sementara Xiao Ting ternyata punya selingkuhan. Akhirnya masing2 punya alasan berpisah dengan pasangannya dan saling mengakui bahwa saling mencintai dan mereka pun akhirnya jadian.

Versi Korea: salah satu yg diselingkuhi kecelakaan dan cacat, dan salah satu dari Li Chiao/ Xiao Jun akan pergi dengan kegalauan lalu bunuh diri atau mati kecelakaan gara-gara suatu tindakan konyol, meninggalkan yg satu lagi jadi gila.

Tapi ini adalah film Hong Kong, keegoisan mungkin akan mendapat karma, maka kesedihan ditempuh untuk mengembalikan suatu kehidupan, ketika akhir menjadi awal.



**************************************************


Monday, January 13, 2014