Thursday, November 09, 2006

The Remake


Kunjungan terbaru ke bioskop: bersama bambumuda nonton “The Departed”.
Tentunya film ini sudah cukup menarik dengan title Directed by Martin Scorsese dan ada Jack Nicholson. (Leonardo dan Matt Damon mah.. hmm…).

Waktu tahu kalau film ini adalah remake dari trilogi “Infernal Affairs”, saya jadi makin antusias dan excited. Penasaran habis-habisan(bertolak belakang dari waktu mendapat berita remake The Ring)! Dari awal bertekad membuat resensi perbandingannya, tapi malah lambat banget, keduluan si Hyoutan, materinya sama, dan jadinya cuma macam begini:

Hasil menonton The Departed di Blitz Megaplex (sekalian promosi):
SUKA BUANGETT SEKALI PISAN!!

Bagi saya, trilogi Infernal Affairs adalah “The Ultimate Hongkong Style” (apa maksutnya yah.. ) yang sangat saya rindukan. Dengan segala intrik, dilema, konflik emosional, ketegangan, dan tak perlu disebut lagi para pemerannya yang ganteng, karismatik, tambah lagi sinematografi dan soundtracknya. Serba hebat pada kesan pertama, tapi merupakan tipe film yang menuntut pengumpulan kekuatan lagi untuk menontonnya, karena cerita yang sangat bikin senewennnnn, walaupun sekaligus juga membuat rindu.

Dan versi Martin Scorsese, punya gayanya sendiri. Yah, dia punya gaya yang memikat dalam karya-karyanya. Cukup konsisten dan membawa karakter sendiri yang berbeda dari versi HongKong.

............................
Tapi tentu saja bagimanapun, aku jauh lebih cinta versi aslinya, dengan alasan-alasan berikut:

1. Tony Leung (sebagai Yan Chan Wing) dan Andy Lau (sebagai Ming Lau Kin)! Mereka jelas sangat sesuai dengan karakter masing-masing di fim itu, selain berpengalaman untuk peran dan film semacam ini dan jam terbang mereka di pefilman Hongkong yang sangat menguji bakat dan ketabahan untuk mematangkan kualitas akting. Anthony Wong dan Eric Tsang sangat karismatik dan juga tidak diragukan lagi, sangat tepat untuk karakter yang diperankan masing2. Jack Nicholson seperti biasa tampil berkharisma, Martin Sheen terlalu tua, Di Caprio dan Matt Damon rasanya hambar dan tidak indah di mata (subjektif pisan)

2. Sinematografi karya Andrew Lau dan Christopher Doyle.. gak ada matinye dah! Indah, mencekam, menggetarkan, dengan frame-frame kojo yang khas. Versi Scorsese: Beda gaya, tidak indah tapi lebih membumi dan lebih terasa kekerasannya.

3. Konflik emosional yang terbangun. Dalam The Departed (T.D.), ada isu2 yang hanya selintas seperti krisis identitas kedua tokoh. Padahal dalam Infernal Affairs ( I.A.) tokoh Ming terlihat tenggelam dalam dilema antara keinginan eksis sebagai polisi dan tugas penyamarannya sebagai mata-mata para gangster. Pada Colin (Matt Damon) tidak terlalu terlihat. Demikian juga dilema pada tokoh Yan yang terlalu lama menyamar dan menjadi orang kepercayaan Sam, kepala triad. Tokoh William/ Billy (Leonardo DiCaprio) terasa lebih tersorot daripada karakter Colin, namun masih terasa jauh daripada karakter yang ditampilkan Tony Leung. Salah satu penyebabnya mungkin karena T.D. terlalu dipadatkan untuk mencakup keseluruhan tiga film I.A.

4. SUSPENSE!!! Sekali lagi, mungkin karena waktunya tidak cukup, adegan-adengan andalan menegangkan tidak terfasilitasi di T.D., seperti waktu rombongan triad dibuntuti para polisi.

5. Tokoh wanita!! Di T.D., Colin dan William tertarik dan terlibat dengan wanita yang sama. Mungkin maksudnya membuat keterkaitan antara kedua tokoh itu, yang tidak diperlihatkan pernah bertemu sebelumnya, apalagi berkomunikasi. Hal ini sebetulnya tidak begitu penting. Dalam I.A., para tokoh wanita tampil hanya sebagai "pelengkap" kisah kehidupan Yan dan Ming yang termasuk dalam skenario film. . Infernal Affairs, menampilkan Yan dan Ming sebagai tipe pria yang terhanyut sekaligus terjebak dalam tugas. Karena itu, memang tidak perlu kalau kisah cinta mengambil porsi yang besar dalam film ini, walaupun tetap ada dan masing-masing memiliki pasangannya dengan masalah yang berbeda. Keterkaitan antara Yan dan Ming sudah terasa dalam adegan-adegan di akademi kepolisian, walaupun tanpa ada kontak langsung antara mereka berdua
di masa itu.
..................................

Kesimpulannya, menonton The Departed di bioskop sangat tidak mengecewakan. Membandingkan The Departed dan Infernal Affairs adalah hal yang menyenangkan. Sayangnya, aksi pihak Hollywood yang sudah kehabisan cerita dan semakin sering (sepertinya dari dulu juga sudah banyak dilakukan) meremake film-film negara lain, terutama dari Asia, membuat pembatasan wawasan budaya baik bagi bangsanya sendiri, bangsa-bangsa lain, terutama bangsa-bangsa korban budaya Amerika (termasuk Indonesia).

Kenapa di Amerika film The Departed dipuja-puji, malah banyak yang menganggap lebih bagus daripada versi Aslinya. Bagaimana nilai untuk ide cerita dan konflik serta intrik super canggih yang tidak akan ada di film mafia Hollywood manapun, bahkan di karya Scorsese dan Coppola sekalipun?

The Ring hollywood begitu dikagumi sebagai film horor yang sangat menegangkan dan berbeda dari bisanya. Please deh, yang membuatnya berbeda adalah keunikan cerita dan gaya horor yang asalnya dari manaaaa???? Tambah lagi, The Ring Amerika memiliki kesalahan fatal yang merusak keistimewaan horor unik trilogi The Ring Jepang.

NB: Jangan dilewatkan menonton prequel dan sequelnya Infernal Affairs juga !
biar lengkapp kapp

1 comment:

rani said...

pinjem internal affairs doong... jadi pingin nonton. (secara menurut gue the departed aja dah keren banget, pdhal nonton di dvd)